Riantipuspaandita's Blog

April 10, 2010

Penanganan Autis Harus Individual

Filed under: psikologi anak khusus — by riantipuspaandita @ 5:00 am

Penanganan anak autis masih banyak yang salah kaprah. Metode yang dipakai sering disamakan untuk tiap anak. Padahal, seharusnya tidak demikian.

“Masing-masing anak membutuhkan penanganan yang berbeda,’’ kata anggota Centre for Biomedical Research (Cebior) FK Undip dokter Tri Indah Winarni, di sela-sela seminar autis di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Undip, Kamis (13/11).
Wanita yang akrab disapa Iin itu menjelaskan, masing-masing anak autis memiliki karakter berbeda. Dengan begitu, metode yang berhasil diterapkan pada anak yang satu bisa jadi tak akan berhasil ketika diterapkan pada yang lain. “Sifat dari penanganan yang diberikan benar-benar harus individual oleh karena spektrumnya yang sangat luas,’’ tegasnya.

Yang tak kalah memprihatinkan, penanganan anak autis disamakan dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD merupakan gangguan pemusatan perhatian yang mempunyai prognosis yang lauh lebih baik.

Penandanya antara lain inatensi, impulsivitas, hiperaktivitas, dan gangguan pola perilaku terstruktur pada dua macam situasi berbeda. Gangguan ini berlaku kronis selama masa perkembangan.
“Autis merupakan gangguan yang bisa di terapi tetapi tidak bisa sembuh sempurna, sedangkan ADHD bisa,’’ kata Iin.

Sementara itu, pemerhati anak autis, Nurini menjelaskan, selain bersifat individual, penanganan anak autis harus mengedepankan kepeduliaan. Ini terutama berlaku pada orang tua. “Mereka harus turut memberikan penanganan. Jangan sepenuhnya diserahkan para terapis atau sekolah saja,’’ kata dia.

Orang tua juga harus konsisten dalam memberikan larangan, terutama yang terkait dengan asupan makanan.

Perlu diketahui, tidak bisa menghasilkan enzim tertentu yang membuat penyerapan makanan menjadi tak sempurna. Beberapa bahan yang diserap justru akan menjadi opium yang akan meracuni otak. Akibatnya, akan memicu emosional mereka. Bahan makanan itu misalnya susu dan tepung terigu.

Dalam hal inilah orang tua sering tidak konsisten. Mereka acap tak tahan dengan rengekan anak. Akhirnya, apa yang diminta dituruti. Akibatnya, emosi anak tak terkendali dan mengalami obesitas.

http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/167-penanganan-autis-harus-individual-

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: