Riantipuspaandita's Blog

April 10, 2010

AUTIS

Filed under: psikologi anak khusus — by riantipuspaandita @ 4:56 am

Beberapa anak usia pra sekolah sedang bermain-main dengan riangnya di sebuah tempat. Mereka bermain sepeda, papan jungkat-jungkit, bermain pasir, berlari-lari, brosotan dll bersama dengan guru-guru yang sabar serta penyayang. Mereka di bawah bimbingan guru yang jumlahnya berbanding 2 : 1 antara siswa dan guru.

Setelah cukup lama bermain, maka terdengarlah bel berbunyi, anak-anak segera masuk untuk mengikuti pelajaran. Mereka masuk kelasnya masing-masing sesuai dengan usia mereka. Dalam kelas sudah menunggu ibu guru yang siap membimbing mereka untuk minum serta makan kue bersama. Setelah itu acara dimulai dengan bernyanyi bersama serta memanggil satu persatu nama mereka untuk bernyanyi sendiri-sendiri atau berdua.

Setelah sekitar 30 menit di kelas maka bunyi kereta api dibunyikan. Pertanda kelas pada hari itu selesai dan anak-anak harus segera pulang. Maka anak-anak bergegas mengambil tasnya masing-masing serta bersiap-siap untuk pulang dengan bus jemputan dari sekolah khusus tersebut. Satu persatu keluar dan menuju bus yang tempat duduknya telah di desain untuk anak-anak. Guru-guru mereka berbaris serta melambaikan tangan tanda perpisahan dan besok akan jumpa lagi.

Sekilas seperti keadaan anak-anak normal pada umumnya. Namun mereka adalah sekolah khusus bagi anak autisme. Apa anak autisme itu? Bagaimana tanda-tandanya?

Autisme bisa dikatakan sebagai gangguan interaksi sosial atau perilaku, gangguan perkembangan komunikasi, dan pola sikap yang tidak normal yang digolongkan dalam gangguan perkembangan neuro. Hal ini karena adanya cacat pada perkembangan syaraf & psikis manusia, yang diduga terjadi sejak janin dan tahap perkembangan berikutnya.

Penderita autisme mulai terkenal sejak akhir-akhir ini yang jumlahnya semakin meningkat dari dari ke tahun. Melalui tulisan ini diharapkan kita dapat mengetahui anak dengan gejala autisme sedini mungkin sehingga cepat penanganannya. Banyak juga yang mengatakan anak autisme banyak yang berhasil asalkan dapat mengarahkan serta melakukan terapi degan benar sejak awal.

Orang tua atau lembaga informal maupun formal seperti cerita di atas membantu serta melakukan terapi untuk mengarahkan anak autis untuk dapat mengeksplor kelebihan yang dimiliki anak-anak tersebut. Orang tua atau lembaga tersebut biasanya akan melatih anak untuk dapat fokus & dapat konsentrasi, serta melatih anak-anak untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya.

http://www.rajawana.com/artikel/kesehatan/249-autisme.html

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: